Jatuhkan! Bunuh!

    “Meski mungkin dengan keadaan sistem pencernaan yang berbeda, tapi kamu dan dia sama-sama makan nasi. Jenis kelamin juga sama. Maka keadaan psikis dan hati juga bisa dianggap sama, masing-masing punya naik dan turunnya. Jadi jangan takut, jangan sampai karena keberadaannya meniadakan kesempatan kamu untuk ada. Keberadaanmu untuk-Nya harus bikin kamu yakin bahwa keberadaan-Nya untukmu lebih besar daripada keberadaan-Nya untuknya. Geser posisinya, buat dia yang jadi tidak nyaman di tempatnya yang sekarang. Ambil alih. Jatuhkan! Bunuh!”

The Separator

So, about a week ago I came across this story about Sayyidina Ali and Sayyidatina Fathimah. It says that they two secretly fell in love for each other but they just keep it to their own selves. Sayyidatina Fathimah is Prophet Muhammad’s dearest daughter who have already been proposed (forgive my bad grammar here) by some of The Prophet’s kindest, bravest, and richest fellows but you see when Allah decides on His behalf, voila, they’re together.

Sayyidina Ali did have a low self-esteem that moment. He, at first, don’t wanna try to propose Sayyidatina Fathimah because he had nothing but armor clothes and some more things I can’t remember, which is nothing when compared to those men who already came to The Prophet’s house. But then his friends convinced him that it’s Sayyidina Ali that Prophet Muhammad waits to propose his moslema daughter. That’s the way Allah brought them together.

And yesterday afternoon I had a chat with a nice friend of mine in the campus’ musholla. It is about how males and females interact inside the musholla and outside of it. Just to make it less complicated, I’ve made a simple sketch of the layout of my campus’ musholla. It is Ms. Powerpoint-made, by the way.

Seriously.

Yes. I’m serious about that. This is Ms. Powerpoint-made.

Those bold dark blue lines represent separator between men and women’s side. It’s a wall for the wudu room, a curtain in the main area, and a tall woodboard for the outside area.

We were there yesterday, at the women’s area, and there’s a little chat between some rohis guys and a rohis girl that sat next to us. The rohis guys slided a piece of paper under the curtain so the rohis girl can see what they’re talking about.

Me and my friend then starts to discuss this. It was like, “okay, you’re not allowed to see the opposite gender inside the musholla, but you can see them like clearly when you’re not in the musholla.”

And that’s disturbing my friend. She’s the one that starts this conversation.

For her, the curtain is not completely useless because we girls, especially the ones with hijab, use the women’s area to expose our hair and fix the jilbab we’re wearing and indeed we don’t want any boy to see us when we do that. But talking with a separator in between only while you’re inside the musholla? That’s just ridiculous. If it’s their principle, the rohis girls should wear a veil everyday then. That’s what she said.

For me, I’m not really thinking about that. The separator is good, because it keeps the girls’ privacy while inside the women’s area. And about the paper-slipping-things, that’s just how they communicate. The boys are talking at the men’s area, at first, without knowing that there’s a rohis girl who listens to their conversation. After they knew that, should they move to another place just because they kinda need to look at each other when they discuss something? I have to say no. In short, I’ll say “just let them be, DGAF.”

But in connection with Sayyidina Ali and Sayyidatina Fathimah’s story above, I like the separator idea in Islamic way. The separator is like an example of how Ali and Fathimah keeps their feeling on each other’s side. Since the beginning, their feelings actually form a perfect square, but they don’t know it until Allah decides to combine them. That’s sweet for me.

I had a crush on a guy here in my campus. He’s one of that rohis guy so it’s very easy to find him at the musholla around salat hours. And it’s a good thing because it makes me do salat on time too when I’m at the campus. While inside the women’s area, I sometimes do the eavesdrop to know whether he’s at the other side or not. That’s the sweet sensation ‘the Islamic separator’ brings to an in-love person. I like it, a lot. And it is very calming when I’m finally seeing him around the musholla or just knowing that he’s there because I then know he’s still doing salat. That’s one quality every Muslim females really need to make sure about their crush before taking it into further steps.

My conclusion here is that the separator in mosques or mushollas is a good idea. Drawing with Ms. Powerpoint is not.

Have a nice Wednesday :)

George Michael – Careless Whisper

I feel so unsure
As i take your hand
And lead you to the dance floor
As the music dies
Something in your eyes
Calls to mind a silver screen
And all its sad goodbyes

[Chorus]

I’m never gonna dance again
Guilty feet have got no rhythm
Though it’s easy to pretend
I know you’re not a fool
I should have known better than to cheat a friend
And waste a chance that i’ve been given
So i’m never gonna dance again
The way i danced with you

Time can never mend
The careless whisper of a good friend
To the heart and mind
Ignorance is kind
There’s no comfort in the truth
Pain is all you’ll find

[Chorus]

Tonight the music seems so loud
I wish that we could lose this crowd
Maybe it’s better this way
We’d hurt each other with the things we want to say
We could have been so good together
We could have lived this dance forever
But now who’s gonna dance with me
Please stay

[Chorus]

Now that you’ve gone
Now that you’ve gone
Now that you’ve gone
Was what i did so wrong
So wrong that you had to leave me alone


IMO, this will always be the strongest song ever produced.
For its lyric, music, and the MV itself.
Also, I just adore Michael’s eyebrows on the video ;)

Dehidrasi dan Tetek-Bengek-nya

angryearth

Semua yang baca postingan saya ini pasti pernah tau yang namanya dehidrasi. Atau se-nggak-nya pernah baca. Minimal ya barusan karena baca judul di atas.

Saya orangnya suka menunda-nunda untuk minum. Kalau lagi kacau/ sibuk banget, mungkin seharian cuma minum dua gelas air putih, dan dua-duanya setelah makan. Kalau makan cuma sehari sekali, ya bisa aja minumnya malah kurang dari dua gelas. Dan dua hari ini saya semacam lagi dikasih peringatan kedua sama badan.

Biasanya kalau memang kurang minum, saya cuma ngerasa agak pusing, bibir kering dan hal-hal yang saya udah anggep biasa dan saya tau itu memang karena kurang minum. Tapi baru kemarin pagi, kaget karena gejalanya udah sampai di warna urine yang berubah. Hadeeh..

urine color chartUrine yang sehat adalah yang berwarna bening hingga kuning tidak pekat. Tanda-tanda dehidrasi mulai terlihat bila urine berubah menjadi kuning pekat. Dan dehidrasi parah akan ditunjukkan dengan warna urine yang jauh lebih gelap hingga menuju warna coklat. Urine color chart bisa dilihat di samping dan penjelasan lengkap tentang dehidrasi yang saya ambil dari MayoClinic.org bisa dibaca di paragraf-paragraf selanjutnya.

Definisi

Dehidrasi adalah suatu keadaan saat tubuh kita kehilangan cairan lebih banyak daripada yang dipasok, sehingga tubuh kita tidak memiliki cairan yang cukup untuk menjalankan fungsi organ-organ dalamnya dengan normal.

Penyebab-penyebab umum dehidrasi adalah olahraga yang terlalu berat, terutama saat udara panas; diare yang berkepanjangan; muntah-muntah; demam ataupun keluarnya keringat yang berlebihan. Kurang minum air terutama saat berolahraga atau saat udara panas juga dapat menyebabkan dehidrasi. Mereka yang paling rentan terkena dehidrasi parah adalah anak-anak kecil dan orang lanjut usia serta orang-orang dengan penyakit kronis.

Dehidrasi parah dapat diatasi dengan minum/ menambah asupan cairan ke dalam tubuh lebih banyak. Namun dehidrasi yang kronis memerlukan penanganan medis. Cara yang paling aman untuk menjauh dari dehidrasi adalah dengan mencegahnya.

Gejala

Dehidrasi parah dapat memiliki gejala sebagai berikut:

  • Mulut kering
  • Rasa kantuk dan letih yang berlebih – anak kecil akan lebih terlihat pasif daripada biasanya
  • Kehausan
  • Berkurangnya volume urine yang keluar
  • Untuk bayi, diaper yang dipakai tidak basah selama lebih dari 3 jam
  • Air mata yang keluar berkurang/ jumlahnya sedikit saat menangis
  • Kulit kering
  • Sakit kepala
  • Konstipasi/ sembelit
  • Pusing dan migrain

Sementara, dehidrasi kronis yang memerlukan bantuan medis memiliki gejala-gejala:

  • Kehausan yang amat sangat
  • Bayi dan anak kecil akan sangat rewel atau sangat mengantuk; orang dewasa akan lebih mudah marah dan timbul rasa linglung
  • Mulut, kulit, dan membran-membran lendir akan terasa sangat kering
  • Sangat sedikit bahkan tidak ada urine yang keluar – urine yang keluar berwarna sangat gelap daripada normal
  • Mata cekung
  • Menurunnya elastisitas kulit
  • Pada bayi, fontanels (pusaran kecil di atas kepala/ ubun-ubun) memudar
  • Detak jantung lebih cepat
  • Bernapas lebih cepat
  • Tidak ada air mata ketika menangis
  • Demam
  • Pada kasus-kasus sangat berat, menyebabkan pingsan

Sayangnya, rasa haus tidak selalu menjadi indikator utama kurangnya cairan pada tubuh, terutama pada bayi dan orang-orang lanjut usia. Warna urine memang menjadi patokan yang paling akurat apakah seseorang berada dalam keadaan dehidrasi atau tidak.

Kapan saya benar-benar harus menemui dokter?

Untuk orang dewasa yang secara umum sehat, dehidrasi parah yang dialami dapat diatasi dengan minum cairan yang lebih banyak, seperti air putih atau minuman-minuman olahraga (Gatorade, Powerade, dll). Segera datang dan konsultasi ke dokter apabila gejala yang dialami terus meningkat hingga kehausan yang amat sangat, kulit yang terlihat kisut, pusing akut, dan kelinglungan.

Berikan perhatian lebih pada gejala yang dialami anak-anak dan orang lanjut usia. Segera hubungi dokter bila mereka:

  • Mengalami diare parah, baik dengan maupun tanpa muntah dan demam
  • Warna kotoran sangat gelap/ berdarah
  • Mengalami diare sedang selama 24 jam lebih
  • Tidak dapat minum
  • Sangat rewel dan jauh lebih mengantuk dan pasif dari biasanya
  • Memiliki tanda-tanda dehidrasi yang lainnya

Penyebab

Dehidrasi terjadi saat tidak tersedianya cairan dalam tubuh untuk mengganti cairan yang hilang selama aktivitas seharian. Sistem dalam tubuh mengalami kekeringan. Terkadang, dehidrasi terjadi karena sebab-sebab sederhana: Kamu tidak minum karena sakit atau terlampau sibuk, atau karena kurangnya akses air bersih/ air minum saat bepergian, hiking, ataupun kemping.

Sebab-sebab lain dehidrasi adalah:

  • Diare dan muntah-muntah. Diare akut – yang biasanya terjadi tiba-tiba dan sangat parah – dapat menyebabkan banyak cairan tubuh dan elektrolit terbuang seketika. Diare yang disertai dengan muntah-muntah bahkan jauh lebih banyak menyebabkan cairan dan mineral tubuh terbuang. Diare dapat disebabkan infeksi virus, sensitivitas terhadap makanan tertentu, reaksi medikasi, ataupun sebab lainnya.
  • Demam. Secara umum, semakin tinggi suhu tubuh, kita akan semakin dehidrasi. Demam yang datang bersamaan dengan diare dan gejala muntah sangat berperan dalam hilangnya banyak cairan dalam tubuh.
  • Keluarnya keringat yang berlebihan. Keringat yang keluar adalah cairan yang hilang. Semakin berat aktivitas yang dikerjakan, disertai dengan cuaca yang panas, tentu akan menyebabkan semakin banyak keringat yang keluar. Yang perlu diperhatikan adalah saat musim dingin, kita juga dapat mengalami dehidrasi. Remaja yang memiliki berat badan yang secara umum lebih ringan dari orang dewasa akan lebih tidak merasakan bila mereka mengalami kekurangan cairan sehingga harus ada kesadaran dari diri sendiri untuk terus memenuhi kebutuhan cairan mereka.
  • Naiknya frekuensi buang air kecil. Hal ini dapat terjadi pada penderita diabetes. Pengobatan-pengobatan tertentu seperti diuretics dan pengobatan tekanan darah dapat menyebabkan dehidrasi, terutama karena hal-hal tersebut membuat anda buang air kecil lebih sering dari biasanya.

Faktor resiko

Setiap orang beresiko untuk mengalami dehidrasi. Tetapi beberapa kelompok orang memiliki kemungkinan resiko lebih besar, yaitu:

  • Bayi dan anak-anak. Bayi dan anak-anak sangat rentan mengalami dehidrasi karena massa tubuhnya yang kecil dan dalam tubuhnya terjadi sirkulasi cairan dan elektrolit yang sangat cepat. Mereka juga termasuk kelompok yang rentan terkena diare.
  • Orang-orang lanjut usia. Dengan bertambahnya usia, terjadi banyak perubahan di dalam tubuh kita: kemampuan tubuh untuk mendistribusikan cairan semakin rendah, kepekaan terhadap rasa haus menurun, dan kita semakin memiliki keterbatasan dalam menghadapi perubahan cuaca. Orang-orang di panti jompo bahkan dapat lupa dan tidak makan dan minum seharian karena tidak adanya keluarga yang berfungsi sebagai stimulus untuk minum/ makan bersama. Hal-hal tersebut juga diperparah dengan kemungkinan adanya penyakit-penyakit kronis seperti diabetes, dementia, dan penggunaan beberapa jenis obat-obatan.
  • Orang-orang dengan penyakit kronis. Memiliki penyakit diabetes tanpa kontrol dan pengawasan yang khusus dapat menyebabkan penderitanya mengalami dehidrasi akut. Namun selain diabetes, penyakit ginjal dan jantung juga menaikkan resiko seseorang mengalami dehidrasi. Kerongkongan yang terasa kering saat sakit, ditambah demam, biasanya tidak menaikkan kesadaran untuk minum.
  • Atlet. Semua orang yang melakukan olahraga dapat mengalami dehidrasi. Terutama saat cuaca sedang panas, lembab atau berada di altitude tinggi. Tetapi atlet yang berlatih untuk kejuaraan maraton, triathlon, ekspedisi pendakian gunung, dan bersepeda bahkan memiliki kerentanan yang lebih tinggi. Ini karena semakin lama kita berolahraga, akan semakin sulit untuk tetap menjaga kesediaan cairan tubuh. Selama latihan, kemampuan tubuh menyerap cairan akan menurun. Dehidrasi juga bersifat kumulatif, sehingga olahraga berat yang terlampau rutin juga menyebabkan dehidrasi akut.
  • Orang-orang yang tinggal di altitude tinggi. Tinggal, bekerja, dan berolahraga di ketinggian (sekitar 2500m) dapat meningkatkan banyak resiko gangguan kesehatan. Salah satunya adalah karena tubuh kita berusaha menyesuaikan keadaan di ketinggian dengan menaikkan urinasi dan pernapasan yang lebih cepat.
  • Orang-orang yang bekerja di lingkungan bersuhu panas dan lembab. Udara yang lembab menyebabkan keringat tidak dapat keluar dan mendingin secepat biasanya, dan ini dapat menaikkan temperatur tubuh sehingga tubuh memerlukan lebih banyak asupan cairan.

Makanya kalo punya pacar apalagi jauh jangan cuma diingetin buat makan. Ingetin juga buat minum banyak-banyak. Hihi. Be healthy! Drink enough water everyday! :)